Bab 38. Sama-Sama Sampah

1322 Words

Setelah duduk di restoran, sementara semua orang sibuk memesan, Erika tetap terpaku dalam lamunannya. Matanya menatap kosong, seolah terseret dalam pusaran pikiran yang tak kunjung tenang. Pikiran yang pasti kembali pada Reno, sosok yang terus menghantui benaknya tanpa henti. "Sayang, kamu mau pesan apa?" Suara lembut Tamara mencoba menyentuh kesunyian di hati Erika, membawa sedikit kenyataan yang berusaha putrinya tangkap. "Oh iya, Ma ... aku pesan steak dan ice lemon tea," jawab Erika pelan, matanya beralih ke pelayan yang menunggu dengan sabar. "Baik, Pak, Bu, Nona, Tuan, silakan ditunggu," ucap pelayan itu sebelum bergegas menyiapkan pesanan. Erika bangkit, suaranya lirih, "Aku mau ke toilet dulu, ya." "Mau Mama temani?" tanya Tamara, nada penuh perhatian. Namun, Erika menggeleng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD