Jangan Dekat-dekat!

1116 Words

"HUEEEKKKK!" Suara muntah Mas Dirga terdengar dari kamar mandi untuk ketiga kalinya pagi ini. Aku duduk santai di ranjang sambil makan keripik singkong dengan selai cokelat—kombinasi aneh yang tiba-tiba kuinginkan sejak semalam. “Mas Dirga salah makan?" tanyaku sambil mengunyah dengan lahap. Mas Dirga keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat pasi, rambutnya berantakan, dan matanya sembab. "Aku nggak tau, Sayang. Dari tadi mual terus." "Mungkin kamu yang hamil, bukan aku," candaku sambil menjilat selai cokelat di jari. Mas Dirga menatapku dengan tatapan lelah. "Nggak lucu, Sayang." Dia berjalan mendekat, ingin duduk di sampingku—tapi begitu jarak kami kurang dari satu meter, hidungku langsung mencium sesuatu yang... menjijikkan. "JANGAN MENDEKAT!" teriakku tiba-tiba, tanganku teran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD