Jangan ganggu!

2355 Words

“Bagaimana Jeje, Al? kalian betah di sana?” tanya Ibu begitu Althaf pulang ke rumah setelah bekerja. Niatnya hanya untuk mampir ambil motor, begitu lihat Ibu sudah masak dan makanan di atas meja makan, jadi ia berlama-lama. Mandi sekalian, ganti baju dan berakhir duduk di meja makan. Makan malam berdua dengan Ibu saja. Rumah makin terasa sepinya sekarang jika sedang tidak berkumpul. “Dibetah-betahin bu, ya sudah mau ngobrol sama Mama sih. Sejak di rumah sakit, mulai damai. Nangis bareng dan Mama juga kelihatan kali ini tulus minta maafnya, Jeje juga nggak menghindari Mama. Malah tadi Jeje bilang mereka berdua pergi bersama, jenguk Darby.” “Alhamdulillah ya, Jeje sama mamanya akhirnya bisa saling berdamai ya mesti harus ada momen kehilangan Ayyana dulu.” Tanggap Ibu sembari tangannya mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD