Pagi dengan warna baru [2]

2335 Words

Cahaya yang menyorot dari jendela, menandakan waktu yang semakin siang. Jemma masih meringkuk dalam selimut tebalnya, tanpa sehelai benang pun. Matanya perlahan terbuka, ia meringis pelan saat menggerakkan kakinya. Tubuhnya terasa letih, lalu di bagian area pribadinya masih tidak nyaman. Althaf membiarkannya tidur setelah mendapatkan Jemma kedua kalinya, namun sempat mengganti seprei dulu. Jemma yang malas bangun, dipindahkan dengan cara di gendong. Ia ingat sekali saat duduk dan hanya memandangi Althaf yang merapikan kembali tempat tidur mereka dengan seprei baru berwarna cokelat polos dan selimut tebal motif kotak-kotak besar. Pikir-pikir kamar ini terlalu maskulin, Jemma akan mengubahnya nanti. Setelah seprei terganti, Althaf kembali mengendongnya dan Jemma berkemih dulu bersih-bersi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD