Iyang belum jadi menemui Darby, kondisinya benar-benar masih lemas. Bayinya pun masih diruang NICU, pengawasan intensif, karena terlahir sebelum waktu yang sempurna pasti akan makan waktu perawatan yang lama. Satu hari sudah berlalu dengan keadaan kacau, semua orang mendiami Tatty Maawirya. Razka yang takut ibunya sakit, memaksa untuk mengecek kesehatannya sebab itu iya kembali ke rumah sakit sekalian ingin menemui Darby, didampingi sang putra. “Kamu tidak ke kantor, Raz?” “Eka akan banyak menggantikanku, aku tidak bisa fokus, Mah.” Beritahunya, bahkan semalaman dia tidak bisa tidur. “Kekacauan yang ada dalam rumah kita, menandakan jika aku gagal sebagai suami, ayah untuk anak-anakku dan kepala keluarga.” Putra satu-satunya itu menunduk dengan hela napas panjang. “Apa yang akan

