TERJEBAK

2008 Words

Sekitar satu setengah jam kemudian, mereka tiba di PilarMaju. Terlambat? Pastinya. Ben membantu Anne turun dari mobil, menggandengnya menuju bakery and coffee shop yang bersisian dengan gedung kantor. Tempatnya bernuansa hangat, dengan jendela kaca besar menghadap jalanan yang cukup padat. “Kamu makan di sini juga?” tanya Anne dengan kening yang mengernyit. “Ngga. Aku take away aja,” jawab Ben. “Jadinya kamu mau apa?” Anne menatap papan menu yang menggantung di dinding belakang konter pemesanan, membaca satu per satu nama hidangan di daftar, sementara salah satu staf kafe sigap di balik mesin kasir. “Aku mau... salt bread ori satu, yang coklat satu, minumnya iced dark chocolate.” “Bikin dua, satu dine-in, satu lagi take away,” sambung Ben. Pemuda di depan mereka mengangguk, menginput

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD