Hujan turun setiap hari, namun tiga hari terakhir intensitasnya cukup membuat Ben pusing berhubung beberapa proyeknya jadi tak maksimal dikerjakan. Bahkan semalam ia ikut hujan-hujanan di salah satu site berhubung ada aliran air yang terhambat. Anne pun masih berjuang menjaga kewarasan di tengah kuantitas dan kualitas tidur yang tak kunjung terpenuhi. Boro-boro mau tidur hadap kiri seperti yang dianjurkan para nakes, bisa tidur duduk selama dua jam tanpa terbangun saja sudah sangat disyukurinya. Jadi pagi ini, keduanya sama-sama mode zombie. Mata berat, tubuh seolah remuk di dalam. Ben membuka pintu rumah, mengucap salam. Anne menjawab, meregangkan tubuhnya, lalu menghela napas panjang. Surainya mencuat tak tentu arah, wajahnya pun tampak kuyu. “Aku ngga ngantor,” ujar Ben pelan, lebi

