KONGKALIKONG (PART 1)

1821 Words

“Ya Allah, Uni pasti sedih banget, dong Bang?” “Banget, Onti.” Ben mengambil cuti mendadak hari itu. Bukan karena letih, tapi karena tak tega meninggalkan istrinya setelah insiden stok ASI perah yang basi. Anne menangis lagi pagi tadi saat membuang semua tabungan susunya ke wastafel. Dan Ben… tak punya satu pun kata yang cukup untuk menenangkan. Jadi, ketika siang ini Anne tertidur bersama Safa, Ben membiarkannya. Ia tak membuka laptop, tak pula membaca email, hanya membawa segelas americano dingin ke engawa dan duduk menghadap taman. Udara lembap setelah hujan masih menyisakan aroma alam yang segar. Di layar ponselnya, wajah Isla muncul — tersenyum teduh dari ujung panggilan video. “Onti aja ASI perah dieman-eman, Bang,” ujar Isla lembut. “Wanti-wanti banget ke siapa pun yang nemani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD