BASI

1638 Words

Safa genap dua bulan pagi itu. Anne menelungkup di samping putri kecilnya, menciumi wajah Safa yang merespon dengan gumaman merdu. Rasa syukurnya membuncah, memenuhi dad4. Dua bulan yang terasa begitu cepat namun meninggalkan jejak di tubuh, pikiran, dan hati. “Itu freezer asi perah masih cukup, baby? Aku lihat sesak banget,” ujar Ben yang bergabung di ruang tengah dengan membawa cangkir kopinya. “Perlu beli lagi ngga?” “Ngga usah,” tanggap Anne. “Masih cukup kok. Lagian tinggal dua minggu lagi, aku sudah mulai kerja, berarti stok akan kepakai. Bakalan longgar sendiri.” Lemari pembeku itu diletakkan di pojok meja dapur. Ukurannya memang tak besar. Di dalamnya, puluhan kantong ASI perah tersusun rapi dalam wadah botol kaca bening. Anne menyusunnya berdasarkan tanggal dan jam, lengkap de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD