Tangisan yang melengking di tengah malam yang sunyi itu membuat Sheya langsung tersentak dari tidurnya yang belum lama dan bahkan belum benar-benar lelap. Dia langsung beranjak ke ranjang bayinya dan menggendong Naira, berusaha untuk menenangkan putrinya itu setelah mengecek jika diapers-nya masih kering dan tidak pup. Juna pun ikut terbangun dari tidurnya, dia lalu mendekati sang istri dan mengusap bahu Sheya dengan lembut. “Lapar sepertinya, Mas.” Bisik Sheya yang sedang mengeluarkan payudaraanya dan Naira langsung menyedotnya dengan kuat-kuat. Sheya langsung meringis saat merasakan putingnya disedot kuat, dia kira menyusui adalah sesuatu yang mudah, namun ternyata harus ada tekniknya supaya bisa nyaman dan tidak melukai. Juna lalu merangkul lembut sang istri untuk duduk di sofa

