Bab 174 | Dibuat Menangis

2660 Words

Sera terlihat cantik dan menggemaskan dengan dress bermotif floral berwarna pastel, anak itu juga memakai topi jerami dengan hiasan pita warna merah muda yang dia bawa dari rumah. Bibirnya terus mengulum senyum manis dan tubuhnya berputar beberapa kali untuk memperlihatkan penampilannya pada Kakek Chandra. “Sera cantik tidak, Kakek?” Tanyanya sambil berputar lagi, Kakek Chandra langsung tertawa dan mengangguk semangat. “Tentu saja, cantik sekali cucu Kakek.” Kakek Chandra bahkan sampai mengacungkan dua jempolnya yang membuat Sera seketika terkikik. Juna yang sedang berada di dapur ikut tertawa dengan ucapan sang putri, dia sedang menyiapkan cemilan untuk Naira dan Sera, karena setelah dari kebun strawberry, mereka akan lanjut main ke curug yang memang lokasinya masih berdekatan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD