Bab 172 | Dengan Caraku

2424 Words

Melinda menarik napasnya panjang dan berjalan dengan wajah sayu sambil membawa buntalan kain yang berisi barang-barang kebutuhan pribadinya selama di penjara. Dia menoleh ke belakang sambil menelan ludahnya kelat. Di sana, di setiap sudut penjara itu, Melinda merasakan betapa dingin dan mencekik malam-malamnya. Dia ketakutan, frustasi, dan ingin mati berkali-kali menunggu dengan perasaan sekarat setiap hari. Akhirnya hari ini tiba, dia bebas, benar-benar bebas dari penjara sialannn yang membuat hidupnya hancur. Petugas penjara mengulum senyum tipis dan mengangguk lalu mengantarkan Melinda sampai ke depan pintu keluar. “Semoga hukuman kemarin bisa membuat Ibu jera dan tidak ada lagi keinginan untuk kembali ke sini. Selamat memulai hidup baru, Ibu.” Ucap petugas lapas itu sambil me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD