Juna sedikit tergesa menuju ke mobilnya setelah acara perayaan itu berakhir, dia baru menyadari jika ponselnya tertinggal di mobil. Perasaannya menjadi tidak tenang, biasanya saat meeting pun dia akan tetap membawa ponselnya, takut jika sang istri menghubungi dan membutuhkan sesuatu, namun tadi dia melepas jas dan meninggalkannya di dalam mobil bersama tas kerjanya, semua tertinggal dan dia tidak membawa apa pun ke dalam kecuali kunci mobil di saku celana. Suara klakson itu membuat Juna membuka kaca jendelanya dan melambai dengan senyum sopan pada Sagara dan Savira yang parkir tidak jauh darinya. "Mari, Pak Juna. Kami duluan. Hati-hati." "Ah, iya, kalian juga hati-hati." Juna mengangguk singkat dan kembali menutup jendela mobilnya. Bibirnya mendesis, tangannya tergesa membuka tas

