Naira menoleh dan senyumnya langsung sumringah begitu mendapati ibunya sudah memejamkan mata. Melihat keadaan sudah aman dan dia sudah berhasil 'menidurkan' ibunya, balita tiga tahun itu dengan hati-hati keluar dari kamar, mendorong pintu yang tidak tertutup sempurna supaya terbuka lebih lebar. Begitu berhasil keluar, senyumnya langsung merekah sempurna melihat ayahnya. “Yayah …” Panggilnya dengan semangat, membuat Juna langsung menoleh dan melepas kacamata bacanya. “Loh …. Ibu mana, sayang?” Tanya Juna yang langsung beranjak dari duduknya. “Bubuk Yayahhhh … Nainai di cini cajaaa yaaaa … Temani Yayahhhh …. Kalau di kamal nanti Nainai ganggu Bubuuu yang sedang bubukkk …” Anak itu masih terus mencari alasan untuk bisa bermain-main di ruang kerja ayahnya. Juna menggigit bibirnya

