Begitu memasuki ruangan ayahnya, Naira sudah langsung memaksa minta turun dari gendongan, dan tubuh gempalnya berlari semangat menuju pada belakang meja kerja ayahnya yang seluruh dindingnya merupakan kaca. Naira terlihat begitu takjub, bibirnya terus menggumam kata ‘wow’ sambil bertepuk tangan melihat ke arah gedung-gedung pencakar langit yang sama tingginya dari balik jendela. Lalu, saat dia melihat ke bawah pada mobil yang berlalu lalang di jalanan, ekspresinya justru semakin takjub. Sheya yang melihat itu hanya tertawa, anak itu selalu memiliki rasa antusias yang besar jika melihat sesuatu dari ketinggian. Dia langsung beranjak untuk mengambil baby chair Naira yang ada di salah satu sudut ruangan, sedangkan masnya membuka dan menata menu makan siang yang dibawanya. “Lengkap s

