“Hari ini mualnya bagaimana, sayang?” Tanya Juna sambil memeluk pinggang istrinya itu dan mengecup hidung Sheya dengan rasa gemasnya. Mereka baru saja selesai menidurkan Anas, setelah makan malam, anak itu tidak berhenti bercerita ini dan itu pada Juna, kadang sambil berjingkrak-jingkrak, kadang bersorak setelah berhasil menunjukkan kemampuan barunya pada sang ayah, kadang juga menggelayut manja pada ayah atau ibunya. “Hanya dua kali, kok, Mas. Masih aman, hari ini, kan, kami di rumah saja, berkali-kali Sera bongkar pasang isi tas sekolahnya, dikeluarkan lalu dimasukkan lagi buku-bukunya, lucu sekali anakku, Mas. Ya Allah … Yang tidak sabar besok mau masuk sekolah.” Tatapan Sheya terlihat menerawang dengan raut yang berseri-seri, Juna yang melihat itu ikut mengulum senyum dan mengusa

