Rutinitas paginya selalu menyenangkan bagi Sheya, apalagi saat anak-anak dan suaminya sudah berkumpul di meja makan. Paginya akan terasa sempurna. Sebab tawa dan wajah sumringah mereka saat menikmati sarapan yang dibuat olehnya menjadi mood booster yang akan membuat harinya terasa ringan dan menyenangkan hingga dia mengakhiri hari dalam pelukan suaminya seperti biasa. Ruang makan mereka selalu riuh oleh celotehan Naira, dan Sera akan menimpali tidak kalah semangat, dengan rasa gemas pada sang adik, lalu suaminya tidak mau ketinggalan ingin masuk dalam obrolan kedua putri mereka hingga tawa ringan dan penuh kehangatan selalu tercipta di antara mereka. “Selamat pagi Ibuuuu …” “Celamat pagi Bubuuuu …” Kedua putrinya memasuki dapur tepat saat Sheya baru saja melepas apronnya dan sele

