Agenda rutin selanjutnya yang biasa Sheya lakukan setelah Sera dan masnya berangkat adalah memandikan anak itu dan sekalian dirinya juga mandi. “Sekarang Nainai mandi dengan Ibu, ya? Baru kita lanjut bermain.” Mendengar itu Naira langsung menatap ibunya dengan tatapan penuh makna, tatapannya berbinar-binar penuh semangat, dia lalu minta turun dari gendongan, setelahnya dia menarik-narik tangan ibunya untuk ikut bersamanya. “Yuuu Bubuuuu … Yuuuu …. Mandiiii.” Ucapnya bersemangat, dan dengan sedikit memaksa meminta ibunya mengikuti langkahnya. “Mau ke mana, sayang? Katanya mandi?” “Niii mandiiii … Bubuuu …” Ucapnya dengan nada yang riang, mengajak Sheya menuju ke pintu belakang yang menghubungkan dengan taman. Anak itu langsung berlari menuruni undakan tangga dan menuju pada peny

