“Sayang …” Panggil Juna yang mengambil posisi duduk di samping istrinya, lalu mengecup pipi Sheya. “Tadi Mama menelpon, mau mengajak kamu ke salon, salonnya khusus ibu hamil, kok, selain perawatan, sekalian spa kata Mama, mau, ya? Dulu almarhumah Mba Ayla, saat hamil Anas, rutin perawatan ke sana bersama Mama. Kamu belum pernah, kan?” Sheya langsung menoleh ke arah suaminya. Bukannya menjawab, wanita itu justru merubah posisinya menjadi rebah di pangkuan suaminya. Juna yang melihatnya langsung mengulum senyum. Semakin istrinya manja, semakin Juna jatuh cinta. “Jam berapa, Mas? Aku sepertinya tidak butuh, deh, Mas. Tapi tidak enak jika menolak Mama.” Tangan Juna otomatis mengusap-usap rambut Sheya dan memainkannya. “Jam sepuluhan nanti Mama jemput. Tapi menurut Mas kamu butuh, d

