Bab 160 | Cemburu Tak Berdasar

2546 Words

“Sayang … Tidur?” Juna mengusap lembut kening sang istri dengan tatapan penuh cinta, ada Anas di antara mereka yang sudah lelap, Naira pun sudah lelap di box bayinya. Seperti biasa, jika mereka menghabiskan weekend di rumah, maka Anas akan meminta tidur siang di kamar orang tuanya, bersama-sama dengan Adik Naira dan orang tuanya. “Mas tidak tenang rasanya, sayang, kalau kamu masih menyimpan marah.” Bisik Juna lagi, tangannya tetap aktif membelai pipi sang istri. “Tidak baik, loh, tidur, menyimpan amarah, sayang.” Lagi, Juna membujuk sang istri yang dia tau memang belum tidur. Hanya pura-pura tidur karena masih menyimpan marah dan rasa cemburunya. Dia tidak berbohong, dia merasa risau jika masalahnya dengan sang istri belum diselesaikan, apalagi sampai dibawa tidur seperti ini. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD