Bab 179 | Merajut Memori Bahagia

2353 Words

Melihat gambar Sera yang sudah dibingkai dan kini ada di tangannya, entah kenapa air mata Sheya justru kembali jatuh tanpa bisa dia kendalikan. Terlalu indah alasan di balik sang putri menggambar itu, gambar yang dibuat dengan sepenuh hati dan cinta yang besar untuknya. Gambar dan kisah yang mempertemukan mereka hingga bisa saling berkasih sayang layaknya ibu dan anak yang memiliki ikatan darah. Terlalu mengagumkan dan menyentuh hati Sheya yang mudah lemah jika sudah menyangkut tentang putri sulungnya, sehingga air matanya kembali tumpah ruah tanpa bisa dia cegah. “Ibuuu …” Anas langsung kembali memeluk ibunya, membuat air mata Sheya justru semakin terjun bebas. Dia sampai mengibas-ngibas wajahnya dan menghapus lembut air matanya. “Kakak …” Bisik Sheya menunduk dan mengecupi pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD