Ketukan pintu dengan panggilan nyaring yang terdengar ceria itu membuat Sheya mengulum senyum lebar mengetahui tamu yang sejak tadi ditunggunya akhirnya datang. “Eh, biar saya saja, Bi.” Ucap Sheya mencegah Bi Rumi yang ingin membukakan pintu. “Ciapa Bubuuu?” Tanya Naira dalam gendongan Sheya yang terlihat menatap ibunya penuh rasa ingin tahu, pasalnya ibunya terus tersenyum manis. “Abang Kian, sayang.” Ucap Sheya dan mengecup pipi Naira sambil menggigitnya kecil. “Bang Ian, Bubu?” Tanyanya dengan tatapan berbinar, anak itu langsung merosot meminta turun dan begitu diturunkan langsung berlari mendahului ibunya. Sheya lalu membuka pintunya dan langsung mendengar teriakan melengking Kinan disusul dengan pelukan kuat hingga tubuhnya terdorong sedikit ke belakang. “Bestieeeee.” Uca

