“Sera sudah cantik belum, Ibuuuu?” Tanyanya sambil berputar cantik di depan ibunya. Sheya tertawa dengan tingkah Sera, belum sempat dia menjawab, Naira tiba-tiba saja menimbrung. “Cannn …Kakaaa … “ Ucap Naira yang langsung bertepuk tangan, anak itu yang tadinya duduk di ranjang kakaknya pun ikut berdiri dan berputar-putar hingga berakhir jatuh terguling. “Adik Nai.” Sera jadi panik sendiri melihat adiknya berguling di ranjang. Naira justru tertawa terbahak-bahak dan berusaha untuk kembali duduk. Sheya yang melihat keduanya hanya menggelengkan kepala lalu kembali merapikan meja rias putrinya. “Yuk, Ayah juga sepertinya sudah selesai, sayang.” Ucap Sheya yang kini membawa Naira dalam gendongannya sambil menuntun Sera. Sejak kemarin, Sera merengek ingin ikut ke kantor ayahnya, aw

