Lara melangkah pelan memasuki pekarangan rumahnya dan berhenti sesaat ketika berdiri di depan pintu. Sabtu pagi itu masih pukul 7 pagi, seharusnya ia berada dirumah sakit tetapi Silvy memaksanya untuk pulang dan beristirahat. Lara menghela nafas panjang ketika teringat lagi ucapan sang ibu padanya. “Tante Rika sebentar lagi datang untuk menemani mama, lebih baik kamu pulang untuk istirahat. Mama sudah lebih baik, toh mama tugasnya hanya tidur dan makan,” suruh Silvy pada Lara. “Lagi pula kasihan Bisma, sudah dua hari gak ganti baju, dia pasti gak bisa pakai baju papamu karena tubuhnya lebih besar dan lebih tinggi. Temani dia untuk berbelanja pakaian, dia sudah baik sekali dua hari ini menghabiskan waktu untuk menemani kita.” Karena ucapan sang ibu kini ia sudah berada di rumahnya sendi

