Lara menatap layar handphonenya tak berkedip dan melihat nama Ajeng yang muncul disana. Setelah sekian lama, akhirnya sang nenek kembali menghubunginya setelah lebih dari satu minggu. Perlahan Lara mengangkat panggilan dari Eyangnya itu, ia tahu sampai kapanpun ia tak akan bisa menghindari keluarganya. “Assalamualaikum Eyang,” sapa Lara perlahan. “Waalaikumsalam, sudah sehat kamu?” tanya Ajeng ketika mendengar suara Lara. Biasanya ia sudah pasti mengomeli Lara karena setelah sekian lama ia baru mau menerima teleponnya. “Alhamdulillah Eyang.” “Eyang gak mau bicara panjang lebar sama kamu. Hati Eyang sebenarnya masih kesal sama kelakuanmu beberapa waktu ini. Tapi ada yang lebih penting yang harus Eyang bahas sama kamu, Lara. Jumat malam, eyang tunggu kamu di sebuah restoran. Kita akan

