“Masih lama makan malamnya ma? Aku kesana!” tanya Bisma dalam pesannya pada Laila. “Nggak usah, sudah selesai.” Jawaban pendek sang ibu membuatnya mengelus alisnya yang tebal perlahan. “Datanya sudah akurat ya pak, tinggal finalisasi budget,” ucapan Irwan membuat Bisma tersadar akan lamunannya. “Okay,” jawab Bisma pendek. Mengingat pekerjaannya yang belum selesai ia hanya bisa bersikap pasrah tak bisa mengikuti emosi impulsifnya untuk datang menyusul walau acara itu sudah selesai. Apalagi besok ia harus berangkat ke Jepang untuk meeting bersama pak John, sehingga apapun yang terjadi ia harus menyelesaikan pekerjaannya malam ini juga. “Pak, cemilan malamnya sudah datang, bapak mau makan disini atau bareng sama yang lain di pantry?” tanya Fitri yang masuk ke dalam ruang meeting

