Pelampiasan Rasa Lelah

2435 Words

Hari ketiga. Hari dimana dia akan kembali bekerja, tapi kali ini di kantor pusat. Dan hari ini harus benar-benar dimulai dengan sempurna. Edrea terbangun lebih awal, alarm ponselnya bahkan belum berbunyi. Semangat hari pertama kerja sudah mengalir sejak semalam. Ini hari penting. Dia harus sempurna. Edrea membuka mata, masih dalam kondisi setengah mengantuk, dan berbalik perlahan untuk mematikan alarm yang akan segera berbunyi. Lalu, dia merasakan sesuatu yang janggal pada tubuhnya. Dan di sanalah dia. Bukan di sisi ranjang yang kosong. Tapi tepat di sebelahnya. Oz. Tidur nyenyak, wajahnya terlihat polos, lelah, dan, Edrea enggan mengakuinya, sangat tampan. Rambutnya yang gelap berantakan di atas bantal. Tapi itu bukan yang membuat Edrea membeku, darahnya seolah berhenti mengalir.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD