Oz meminum bir terakhirnya setelah tadi cukup puas menari dengan Edrea. Bar kecil itu mulai ramai dengan suara tawa melengking dan musik yang diputar keras. Dia menoleh pada Edrea yang duduk di sebelahnya. "Aku kelaparan," ucap Oz. Edrea menoleh. "Aku juga." "Ayo, kita makam malam di luar.” Edrea mengangguk. “Oke. Aku yang traktir. Di mana kita makan?” Oz meraih jaket kulitnya di sandaran kursi. "Aku tahu tempat yang enak. Bukan yang mewah. Tapi … cukup enak dan mengenyangkan." Edrea menghela napas, lalu tersenyum kecil. Senyum pertama yang tidak dipaksakan untuk Oz malam itu. "Baiklah, ayo. Murah kan?” “Ya, cukup murah.” “Aku suka itu,” sahut Edrea. Lalu mereka pun pergi dari bar. * * Tempatnya bukan restoran. Mungkin seperti kedai kecil. Hanya ada lima bangku kayu, tapi tem

