Kebencian

1365 Words

Adelia berdehem agak keras sampai membuat semua orang melihat ke arahnya terutama Naima. "Naima, bajumu terbuka, " tegur Adelia secara baik-baik. Naima tampak terkejut dan segera menutupi atasan bajunya yang terbuka. " Ah, maafkan saya nyonya dan tuan. Saya tidak tau kalau baju saya terbuka. Permisi. " Naima cepat-cepat pergi dari sana meninggalkan mereka bertiga di meja makan. Jujur Adelia agak kesal, tapi mungkin saja Naima memang tidak tau kalau bajunya terbuka. Adelia mengacungkan garpu ke arah om Farel dan memperingatinya."Om tadi liat kan melonnya Naima 'kan? awas ya kalo om tergoda dengan wanita itu. " Om Farel memutar bola matanya malas. "Kamu pikir aku akan tergoda begitu saja? miliknya kecil tidak segede dirimu." Adelia mendadak panik karena om Farel malah membahas bes

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD