Di pagi itu, sinar matahari menembus celah-celah jendela penthouse megah di pusat kota Jakarta. Suara kesibukan dari jalan raya terdengar jauh di bawah, namun di dalam ruangan itu hanya ada keheningan dan suara napas tenang seorang lelaki muda yang tengah berdiri di depan cermin besar. Ia memakai setelan jas hitam Armani yang terjahit rapi, dengan kancing teratur dan dasi sempurna. Di pergelangan tangannya melingkar jam tangan Rolex yang harganya bisa membeli satu unit apartemen. Jevian Handsone. Nama itu sudah seperti brand terkenal di dunia bisnis. Anak tunggal dari keluarga Handsone, pewaris perusahaan raksasa “Handsone Group” yang menguasai bidang properti, fashion, hingga investasi teknologi. Di usia 29 tahun, Jevian telah menjadi CEO termuda di antara konglomerat besar Indonesia. Ia

