Jevian 05

1207 Words

Siang itu, langit Jakarta tampak cerah dengan semburat putih awan tipis yang bergerak pelan. Jalanan ramai, namun di antara hiruk pikuk itu, sebuah kafe bergaya rustic modern berdiri di sudut jalan. Dindingnya dipenuhi kaca besar dan tanaman gantung, sementara aroma kopi dan roti panggang menyebar hingga ke luar. Di papan kecil di depan pintu tertulis nama kafe itu dengan huruf elegan: Maison de Brews. Pintu kaca terbuka dengan suara denting lonceng kecil. Seorang pria dengan setelan jas abu muda melangkah masuk. Wajahnya tenang, langkahnya mantap, dan semua mata di dalam ruangan seolah langsung memperhatikannya tanpa sadar. Jevian Handsone. CEO muda yang wajahnya kerap muncul di majalah bisnis dan halaman ekonomi surat kabar nasional. Namun kali ini, ia datang bukan sebagai pewaris Han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD