Jevian 08

1760 Words

Briana Handsone, perempuan elegan dengan anting berlian yang berkilau setiap kali ia menoleh, duduk di dalam mobil hitam mewah yang kacanya gelap. Di sampingnya, sopir keluarganya duduk tegang karena sejak lima menit lalu, Briana tidak berhenti mengetuk-ngetukkan jarinya di sandaran tangan dengan ritme yang menunjukkan satu hal: ia marah. Sangat marah. Matanya mengarah pada sebuah bangunan kontrakan kecil di ujung gang sempit. Catnya sudah mengelupas, gentengnya ada yang retak, dan halaman depannya hanya berupa semen kusam. Namun di sanalah, menurut laporan yang ia terima semalam, putra tunggalnya — pewaris utama Handsone Group — menghabiskan malam. Di tempat seperti itu. Dengan seorang gadis kafe. Briana menghela napas tajam, dadanya naik turun. “Tidak masuk akal…” gumamnya dingin.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD