Arsenio menindih tubuh Mikayla sepenuhnya, membuat perempuan itu tak bisa bergerak sedikit pun. Napasnya memburu kasar di wajah Mikayla, panas dan penuh nafsu yang tak disembunyikan lagi. Cengkeramannya di pinggang Mikayla semakin kuat, hingga perempuan itu terengah karena tekanan dan rasa tak tertahankan yang mulai menggeliat dari dalam. "Lihat aku," perintahnya dengan suara rendah, serak, dan menggoda maut. Mikayla menatapnya. Tapi yang dilihat bukan hanya wajah seorang pria, melainkan sosok dominan yang siap menguasainya sampai tuntas. Ciumannya mendarat kasar, menuntut, menyakitkan, dan terlalu nikmat. Mikayla mendesah melawan, tapi justru menarik leher Arsenio, membiarkan pria itu semakin dalam mencumbu. Ciuman itu berubah liar. Arsenio mencengkeram kedua pergelangan tangan Mikayla

