Setelah Mikayla benar-benar merasa baikan, Arsenio mengajak istrinya makan malam di sebuah restoran mewah yang baru saja buka di pusat kota. Mereka disambut pelayan dengan senyum ramah, lalu diarahkan ke meja khusus di sudut jendela, menghadap ke pemandangan lampu kota yang temaram. Pelayan datang membawa daftar menu dan menawari wine terbaik. Arsenio hanya memesan air putih untuk Mikayla, lalu memilihkan sup hangat, steak lembut, dan beberapa hidangan pembuka kesukaan Mikayla. Gadis itu tersenyum tipis, merasa sangat diperhatikan. Setelah pelayan pergi, mereka saling bertukar pandang, tertawa kecil, membicarakan hal-hal ringan, bahkan kadang saling melempar sindiran manja. Mikayla sempat mencolek tangan Arsenio yang diam-diam mengambil kentang goreng dari piringnya, membuat keduanya ter

