Kau Nikmat, Sayang ⚠️

1395 Words

Arsenio menahan diri dengan susah payah. Sepanjang film, tatapannya terus menghanguskan kulit Mikayla, jemarinya sesekali mengelus pahanya dari balik kain tipis. Ia berbisik pelan di telinga Mikayla, “Andai kita di tempat sepi, aku sudah menelanjangi kau sejak tadi. Aku tidak suka siapa pun melihat lekuk tubuhmu, kau hanya untukku, Mikayla.” Mikayla menunduk, wajahnya merah membara. Ia menahan senyum, tapi tubuhnya gemetar oleh kata-kata dan sentuhan itu. “Jangan bicara seperti itu di tempat umum. Kau memang gila, Arsenio.” Setelah film usai, dalam mobil yang hening, Arsenio menarik Mikayla ke pangkuan begitu saja. Ia mencium bibir Mikayla dengan panas, napasnya memburu di sela kulit yang sudah merona. Tangannya mengangkat rok Mikayla lebih tinggi, mengusap lembut lalu meremas pinggulnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD