Gairah Yang Tak Tertahan

1142 Words

Pagi itu Mikayla terbangun dengan cahaya lembut yang menembus tirai kamar apartemen. Saat membuka mata, ia tertegun. Di sekeliling tempat tidur berserakan kotak hadiah berukuran berbeda, dibungkus kertas berwarna pastel dan pita emas. Beberapa di antaranya bahkan masih tergeletak di lantai dengan kartu kecil bertuliskan namanya. Ia duduk pelan, menarik napas panjang, mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Suara langkah kaki mendekat. Arsenio muncul dari arah dapur, sudah berpakaian rapi dengan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku. Ia menatap Mikayla dengan senyum kecil, lalu duduk di tepi ranjang. “Pagi, Sayang,” ucapnya lembut sambil menyentuh rambut Mikayla. “Kau suka semua itu?” Mikayla menatap bingung. “Semua ini… untuk apa?” Arsenio tidak menjawab dengan kata-kata.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD