137 - Curhat

2233 Words

Liona menatap putra keduanya bolak balik dengan keadaan lelahnya. Liona seakan merasakan, kalau dirinya yang bolak balik seperti itu tidak membuat kakinya lelahkah? Karena Liona saja sudah lelah rasanya. Dia tidak bisa membayangkan lutut Felix akan pegal-pegal seperti apa. Dan ntah apa yang dipikirkan oleh putranya ini. Pulang-pulang ke rumah, malah monda mandir kayak orang yang kelihatan putus asa dan tidak ada harapan hidup lagi. "Kamu kenapa sih? Mama capek lihat kamu mondar mandir kayak gitu!" Liona bertanya, membuat Felix langsung melihat ke arahnya dengan senyuman mengembang. Dia langsung duduk di samping ibunya. Dan mencium pipi ibunya dengan penuh kasih sayang. Liona mengangkat sebelah alisnya. Bingung dengan kelakuan putranya ini. "Kenapa? Kamu butuh sesuatu? Atau kamu lagi ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD