Bab 11. Rasa Yang Sama

1463 Words

Lidahnya menyapu lembut tulang selangka Gwiyomi, menghirup aroma mawar yang bercampur dengan hawa dingin pegunungan di kulit wanita itu. Gavin tidak lagi beringas, ia mencium dengan cara yang memuja, seolah setiap inci kulit Gwiyomi adalah kitab suci yang sedang ia pelajari kembali. Desahan tertahan keluar dari bibir Gwiyomi, tangannya meremas rambut Gavin, menarik pria itu semakin dalam ke dalam dekapan yang seharusnya terlarang. Di balik pejam matanya yang berat, kesadaran Gwiyomi melayang jauh ke masa tiga setengah tahun lalu. Ingatan itu muncul seperti film lama yang diputar ulang. Ia ingat bagaimana rasanya menjadi Gwiyomi yang polos, yang pipinya akan merona merah padam hanya karena Gavin menatapnya terlalu lama. Ia ingat betapa pemalunya dia saat pertama kali Gavin mencium kening

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD