Bab 12. Cemburu

1630 Words

Gwiyomi menatap layar ponselnya yang berkedip dengan perasaan campur aduk. Getaran itu terasa seperti tuntutan di telapak tangannya. Ingin sekali ia menggeser tombol hijau itu, mendengar suara dari seberang sana yang bisa menjadi penawar lukanya, namun ia sadar di tempat ini, dinding pun seolah punya telinga. Ia tidak mengangkatnya. Dengan jemari yang masih sedikit gemetar, ia mengetikkan sebuah pesan singkat. Gwiyomi: Belva, maaf aku tidak bisa bicara sekarang. Kabari dia kalau aku baik-baik saja. Aku akan pulang minggu depan. Jaga dia untukku. Setelah menekan tombol kirim, Gwiyomi segera mematikan ponselnya. Ia menarik napas panjang, mencoba membuang sesak yang menghimpit d**a. Kamar ini terlalu sempit, terlalu penuh dengan bayang-bayang Gavin yang baru saja menghancurkan perasaannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD