Bab 14. MAMA

1323 Words

Vanka menatap foto itu dengan napas yang tertahan. Meskipun foto itu sudah agak buram dan menampilkan sosok yang jauh lebih muda, ada getaran familiar yang menusuk ulu hatinya. Jemarinya baru saja hendak menyentuh permukaan foto itu saat sebuah tangan besar menyentaknya dengan kasar. "Apa yang kamu lakukan?!" Gavin berdiri di sana, napasnya memburu dengan mata yang berkilat marah. Ia menyambar foto itu dan ponselnya dari atas meja dengan gerakan protektif yang sangat kentara. "Aku cuma mau tahu apa yang kamu sembunyikan, Gavin! Foto siapa itu?!" pekik Vanka, suaranya melengking karena frustrasi. "Bukan urusanmu!" Gavin memasukkan benda-benda itu ke saku celananya. Ia tidak tahan lagi berada di ruangan yang sama dengan Vanka. Tanpa memedulikan teriakan istrinya, Gavin berlalu pergi begi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD