Bab 17. Ranjau Rahasia

1119 Words

"Dan satu lagi..." Gavin menatap Vanka dengan sorot mata yang membuat istrinya itu merasa seolah sedang berdiri di tepi jurang. "Jangan pernah coba-coba mencari tahu apa pun tentang masa laluku, atau siapa pun yang bersamaku. Kalau kamu masih ingin menyandang nama Nyonya Mahendra, tutup matamu, tutup telingamu, dan tetaplah menjadi boneka yang manis di rumah ini. Mengerti?" Vanka membeku. Lidahnya kelu. Ancaman itu bukan sekadar gertakan, itu adalah vonis bahwa posisinya sebagai istri hanyalah sebuah status administratif yang bisa Gavin hapus kapan saja. Gavin kemudian berlalu, meninggalkan Vanka yang gemetar sendirian di ruang makan yang kini terasa seperti kuburan. *** Keesokan Paginya, sinar matahari pagi masuk melalui jendela besar ruang kerja Gavin. Pintu ruangan terbuka pelan, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD