Bab 24. Hadiah Yang Sama

1554 Words

Warning 21+ Gavin menerjang pintu kaca lobi kantor Mahendra Group dengan langkah lebar yang mengerikan. Para staf yang berpapasan dengannya langsung menepi, tak ada yang berani sekadar menyapa melihat rahang sang CEO yang mengeras seperti baja dan tatapan mata yang seolah ingin membakar siapa pun. "Pak Gavin, rapat dengan Dewan Direksi sepuluh menit lagi—" "BATALKAN!" bentak Gavin tanpa menoleh pada asisten penggantinya. "Kosongkan jadwalku hari ini. Siapa pun yang berani menelepon, katakan aku sedang mengurus masalah hidup dan mati!" Ia masuk ke dalam lift khusus petinggi, menekan tombol basement dengan kasar. Di dalam pantulan dinding lift yang mengkilap, Gavin melihat sosoknya sendiri. Seorang pria yang punya segalanya, tapi ternyata tidak punya apa-apa. Ia merasa seperti pecundang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD