Perjalanan liburan setelah sempat tertunda karena kondisinya, setelah insiden dengan Nayla, akhirnya dimulai, persis seperti yang Hansika inginkan meski dengan susunan yang sedikit berbeda dari bayangan awalnya. Bukan hanya berdua dengan Saluna, kali ini Anya benar-benar ikut bergabung. Sepupu dekat mereka itu sudah menunggu di lounge bandara khusus penumpang first class, duduk santai dengan koper kecil di samping kakinya, mengenakan kacamata, matanya semula fokus pada I-pad ditangannya, sebuah stylus berwarna putih digenggamnya tampak lincah menandakan ia sedang menyelesaikan sketsa. “Anya sudah datang lebih dulu ternyata!” Seru Saluna melihat Anya, ia langsung melambai antusias, hampir berlari kecil mendekat. “ANYAAA!” serunya, membuat beberapa orang menoleh. Anya tersenyum lebar, le

