Leif

2170 Words

Kening mereka masih bertumpu satu sama lain, perlahan matanya terbuka masih dengan bibir yang menyisakan sisa cumbuannya. Hansika mengusap pipi Satya, “sepertinya saya akan terlambat sedikit.” Satya tersenyum kecil, semua bermula saat mereka hendak turun dari mobil tetapi keduanya bukannya segera beranjak dari sana, malah saling mendekat dan pilih mengawali hari dengan cumbuan di mobil. Satu-satunya tempat aman untuk keleluasaan hubungan mereka saat ini. Nekatnya lagi, ini pertama kali dilakukan depan rumah sakit RMC—tepatnya di parkiran khusus pada dokter dan petinggi di sana. “Belum terlambat.” Satya menjauh, melihat jam. Tapi saat akan turun, Hanika menahannya. “Lihat dulu, apa ada jejak saya di bibir kamu?” Tangan kembali merangkum wajah kekasihnya, ia perhatikan dan meski lipsti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD