“Luca anak yang cerdas,” puji Hansika setelah memeriksa anak sembilan tahun yang kini sudah kembali ke ruangannya setelah Papanya, Vihan datang. Vihan yang mengendong dan menaikkannya ke ranjang. Vihan mengangguk kaku, “tidak ada yang serius? Kakinya akan membaik?” “Cederanya bukan yang berat, beberapa hari lagi pun dia akan berjalan normal kembali.” Yakinnya. Luca beruntung tidak sampai patah saat terpental dari kuda yang ditungganginya. Menurut Kendra, kakeknya cerita jika Luca menyukai kuda sejak kecil. Mulai menungganginya sejak usia empat tahun. Ternyata juga, Luca satu sekolah dengan para keponakan Hansika. Ya, sekolah elite di kawasan Jakarta Selatan. Teman sekelas dengan Kane anak kakak sepupunya. “Saya pamit ya, Mas Vihan... Pak Kendra.” Kendra memang belum pergi dari sa

