Si Paling Mahir Diam

1819 Words

Papi-Mami mengabari kondisi Eyang Amira yang sudah membaik, lalu lusa mereka baru akan kembali ke Jakarta. Selama itu, situasi antara Satya-Hansika memang terasa dingin dengan batas yang tersusun saat keduanya mulai menarik diri. Saling diam, seolah tidak pernah ada momen-momen kedekatan selama menjalani kegiatan relawan dua minggu sebelumnya. Satya hanya menjalani tugas, mengawal dan menjaga. Ia membukakan pintu mobil, Hansika masuk tanpa menoleh padanya. Bagi Hansika, ia melakukan ini hanya menuruti permintaan Satya—tidak bisa berteman hingga cukup membuat Satya mau terbuka padanya. Satya hanya memandang datar kemudian menutup pintu, berjalan mengelilingi mobil dan duduk di depan. Menyetir dengan tujuan ke RMC sebab Hansika mulai aktif. Tanpa perlu bertanya, sebab saat ia melirik k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD