Beberapa saat lalu, Nando meninggalkan Nayla setelah dapat telepon dari Hansika. Masih segar di ingatannya tadi saat ia masih memeluk Nayla dan menjawab perempuan yang sejak beberapa hari lalu tidak menghubunginya. Hansika mengatakan jika ia sudah di rumah dan baru mengabari. “Tetaplah tinggal, beri alasan lain. Besok baru temui dia.” Nayla sempat menahannya, tatapannya agak berbeda kali ini. Nando hampir menuruti untuk tetap tinggal, tetapi ia juga merindukan Hansika. Tidak bisa dipungkiri jika perempuan itu jadi prioritasnya dibandingkan Nayla. Tadi ia tetap menyingkir dari pelukan Nayla, segera meraih pakaiannya dan pergi ke kamar mandi. Ia keluar sudah mendapatkan Nayla duduk. “Hansika akan curiga bila aku tidak segera datang, ditambah aku batal menjemputnya. Kamu tahu betapa s

