Keluarga Cemara

2451 Words

“Dari mana, Beauty?” tanya Papi yang tengah mengambil waktu bersantai sebentar di teras rumah, mendapati putrinya dari arah belakang—sisi kamar para pekerja di rumahnya berada. Hansika mengulas senyum, menghampiri Papi “dari menemui Satya, aku sempat meneleponnya, tapi enggak dijawab, jadi aku mencarinya.” Hansika pilih jujur. Hamish menaikkan satu alisnya, lalu mendapati putrinya “aku minta tehnya Papi ya!” Melihat secangkir teh hijau segera mengambil dan minum. Hamish jadinya tersenyum sebab Hansika sejak kecil memang sering mencicip teh atau minuman hangat yang disajikan untuknya. Bahkan menghabiskan. Kebiasaan yang terbawa hingga sekarang. “Kenapa sampai mendatangi Satya?” “Mau bahas sesuatu yang rahasia,” Hamish malah terkekeh, “kalau memang ada semacam itu, kamu pasti engga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD