Tracker

2218 Words

“Aku sudah melihat mobilmu, tunggu di sana. Tidak perlu turun.” Beritahunya pada seseorang yang tersambung di telepon. Earphone tanpa kabel terpasang di telinga, sementara ponsel dalam saku hoodie putih yang dikenakan. “Apa tidak ada waktu lain? Harus jam lima pagi begini, sialan aku baru tidur jam setengah tiga, Satya!” Decaknya kesal. “Anggap kamu membayarku karena sempat mabuk minggu lalu, ingat? Kamu menyulitkanku.” “Perhitungan sekali!” Ia makin menggerutu, “ya sudah cepat, jam delapan aku harus ke bandara Halim!” Telepon berakhir, Satya mempercepat kakinya yang sedang berlari pagi. Beberapa saat sudah kian dekat, lalu mencapai pintu dan membukanya. Dia menemukan Pasha yang bersandar sambil memejamkan mata, bahkan saat pintu sudah terdengar Satya buka. “Kamu membawakan yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD