Kami Bersama [2]

2042 Words

“Kami menyadari perasaan kami sebagai dua orang dewasa, bukan lagi mengenai yang lainnya” potong Satya dengan suara tetap terkendali. “Saya sadar akan posisi, risiko, dan konsekuensinya saat mencintai saudari kembarmu.” Ruangan kembali hening. Hansika menggenggam tangan Satya di bawah meja, jemarinya sedikit bergetar. Satya membalas genggaman itu, menguatkan tanpa perlu kata-kata. Baru Izz, bagaimana jika nanti momen itu tiba. Berhadapan dengan Papi Hamish dan keluarga yang lain? Izz memperhatikan detail kecil itu. Lama. Sangat lama. “Saluna tahu lebih dulu dibanding siapa pun?” Lempar Izz karena Saluna ada di sana, tenang. Saluna mengangguk, “dan aku pendukung pertama hubungan mereka.” “Salu—“ “Ka Hansika enggak menangis pas Nando b******n itu menyakitinya, tapi Ka Hansika mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD